Bila Anda menyadari, sebenarnya transaksi jual beli bukan semata urusan harga yang sesuai untuk penjual maupun pembeli. Transaksi jual beli memiliki seni negosiasi tersendiri, yang belum tentu bisa dilakukan oleh semua orang.
Namun,
jangan khawatir, karena negosiasi dapat dipelajari lewat strategi atau
trik. Menurut Supriyadi Amir dalam bukunya "Sukses Membeli Rumah Tanpa
Modal" terbitan Laskar Aksara, ada 10 strategi bisa Anda pelajari. Simak
catatannya berikut ini :
Mengetahui harga pasar
Sebelum
memutuskan membeli unit tumah, pastikan Anda cocok dengan harga yang
ditawarkan pemilik. Namun, sebelum mengajukan penawaran, ada baiknya
Anda mengetahui lebih dulu harga rumah yang ditawarkan penjual sama
dengan harga jual pada rumah lain dengan kondisi sama di wilayah
tersebut.
Ketahui
pula kondisi rumah perlu perbaikan tambahan atau tidak, serta berapa
lama rumah tersebut ditawarkan untuk dijual. Dari informasi ini, Anda
bisa mendapatkan gambaran harga beli terbaik untuk rumah tersebut.
Jangan terbawa emosi
Ketika
tertarik sebuah rumah, Anda harus tetap melihatnya secara obyektif.
Jika terlalu terbawa perasaan, dalam artian sangat menyukai rumah
tersebut, maka hal itu tidak akan menguntungkan. Sekali Anda melibatkan
emosi dalam bernegosiasi, harga jual rumah tidak akan memberi keuntungan
bagi Anda.
Bersiap kompromi
Tidak
ada negosiasi tanpa kompromi. Dengan tetap memegang kendali negosiasi,
bersiaplah kompromi dengan penjual atau bersikaplah fleksibel.
Ajukan
penawaran harga setelah survei. Biasanya, Anda akan tergoda dan segera
memberikan penawaran setelah tertarik pada sebuah rumah. Sebaiknya Anda
tidak melakukan itu. Manfaatkan tiga atau empat kali survei untuk
analisis perhitungan sekaligus tarik ulur dengan penjual. Berikan
penawaran wajar, yaitu sesuai dengan cash flow dari rumah tersebut.
Dasar penawaran dari cash flow
Setiap
hendak melakukan penawaran, Anda perlu menghitung potensi keuntungan.
Mulai perbandingan harga pasar, harga likuidasi sampai harga transaksi.
Dengan demikian, Anda bisa memperkirakan potensi cash back yang bisa
didapatkan. Selanjutnya, hitung potensi cash flow. Dari hasil
perhitungan itulah Anda bisa beri penawaran yang layak.
Tentukan batas maksimal penawaran
Investor
yang baik adalah mereka yang sudah melakukan persiapan sebelum
bernegosiasi. Dengan demikian, ketika negosiasi berlangsung, Anda sudah
menentukan batas maksimal harga penawaran.
Namun,
jika penjual terlihat sulit menerima harga di bawah batas maksimal
Anda, sebaiknya negosiasi dihentikan supaya tidak membuang waktu.
Jangan sebut harga lebih dulu
Jangan
pernah Anda menjadi yang pertama menyebut harga. Biarkan penjual
menyebutkan harga jual serta berapa batas akhir penawarannya. Biasanya,
setelah itu penjual akan menanyakan harga penawaran.
Tawar lebih rendah
Ketika
mengajukan penawaran, berikan angka lebih rendah dari harga transaksi
yang diinginkan. Misalnya, ingin bertransaksi di angka Rp 1 miliar, maka
ajukan penawaran pada kisaran Rp 600 juta - Rp 800 juta. Dengan
demikian, ada rentang Rp 200 juta - Rp 400 juta yang bisa digunakan
untuk bernegosiasi.
Jangan mau dipengaruhi
Biasanya,
pengaruh akan muncul dari broker atau penjual saat pertama kali melihat
rumah. Jika Anda tidak mempunyai pengetahuan lengkap mengenai properti,
sesungguhnya keputusan tersebut adalah keputusan broker atau penjual.
Di sinilah pentingnya waktu 3 - 4 hari sebelum mengajukan penawaran.
Karena, Anda dapat memanfaatkan waktu untuk mendapatkan informasi
lengkap.
Meminta tenggang waktu
Setelah
disepakati, masih ada negosiasi lanjutan berkaitan dengan jangka waktu
pembayaran. Pembiayaan yang dibantu oleh bank membutuhkan waktu sekitar 1
bulan. Jadi, Anda harus meminta tenggang waktu lebih lama untuk proses
pencairan tersebut. Biasanya, penjual akan memaklumi dan menerima
permintaan tersebut.

Tidak ada komentar:
Write komentar